Selasa, 17 April 2012

WARISAN SAUDARI DAN SAUDARA SEIBU


BAB VIII

WARISAN SAUDARI DAN SAUDARA  SEIBU


A.    Text Box: Kakek IIPENGERTIAN  SAUDARA DAN SAUDARI SEIBU

Yang dimaksud dengan saudari dan saudara seibu adalah hubungan persaudaraan yang bertalian hanya melalui perataraan ibu saja. Dalam istilah ilmu Mawarits disebut dengan al-Ikhwah Li al-Umm”.Untuk lebih jelasnya mengenai saudara dan saudari seibu dapat diperhatikan bagan berikut:













 


















Dari skema di atas dapat dilihat bahwa Dodi  dan Yati adalah bersaudara seibu  dengan si mayat (Maya atau Damai), yaitu satu jalur seibu (Zakia). Karena itu, mereka disebut dengan saudara seibu.

B. BAGIAN SAUDARA DAN SAUDARI SEIBU DAN DASAR HUKUMNYA
Al-Qur’an menentukan bahwa bagian saudari seibu beberapa bagian dari harta warisan yang ditinggalkan oleh si pemberi waris, yaitu sebagai berikut:
1.      Seper tiga (1/3) untuk dua orang atau lebih, baik laki-laki atau perempuan.
2.      Seper enam (1/6) untuk satu orang baik laki atau perempuan.
Kedua ketentuan itu berdasarkan firman Allah
“Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, Maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. jika kamu mempunyai anak, Maka Para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris)[1] (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun”

Menurut pendapat yang mashur dari sekian pendapat ulama’ tentang kalalah, yaitu orang yang meninggal dunia dengan ketiadan meniinggalkan bapak dan anak. Sementara yang dimaksud dengan kata “akhun” dan “ukhtun” dalam ayat di atas adalah saudari /saudara tunggal ibu.[2]

C. HIJAB DAN MAHJUB SAUDARA DAN SAUDARI SEIBU
Saudara dan saudari seibu untuk mendapat warisan dari saudara dan saudari seibunya baik sepertiga (1/3) atau seper enam (1/6)  harus tidak ada orang yang menghijabnya. Ahli  waris yang dapat menghijab mereka adalah:
a.       Bapak
b.      Kakek (shahih)
c.       Anak laki
d.      Anak perempuan
Bila salah satu dari mereka ada yang hidup, maka mereka tidak mendapa harta bagian dari harta peninggalan, karena kedekatan hubungan para penghijab dari pada saudara-saudari kepada pemberi warisan.
C. CONTOH PENYELESAIAN SAUDARA DAN SAUDARI SEIBU
1.   Contoh mendapat 1/3 (sepertiga) harta:
1.   Seorang meninggalkan harta sebanyak 24 ha  dan pewaris:
Asal Masalah 6
·         Suami                          : 1/2       6 : 2  = 3 x 24 ha/6 =  12 ha
·         2 Saudari seibu            : 1/3       6 : 3  = 2 x 24 ha/6 =    8 ha
·         Paman sekandung       : Ashabah :        1 x 24 ha/6 =    4 ha
·         Paman  sebapak           : Gugur oleh paman sekandung
·         Anak paman sknd       : gugur oleh paman sekandung
2.  Ada orang meninggalkan harta Rp 150  ha,- dan  pewaris:
Asal masalah 12  aul ke 15
·                     Istri                                    : ¼       12 : 4 =  3 x 150 ha/15 =    30 ha 
·                     Ibu                                     : 1/6     12 : 6 =  2 x 150 ha/15 =    20 ha
·                     Saudari sekandung            : ½       12 : 2 =  6 x 150 ha/15 =    60 ha
·                     3 Sdri seibu                       : 1/3     12 : 3 =  4 x 150 ha/15 =    40 ha
·                     Anak paman sknd.            : Ashabah  -

3.  Seorang meninggalkan harta sebanyak Rp 120 juta  dan pewaris:
Asal masalah 12 
·    Istri                                : 1/4                 12 : 4  =    3 x 120 /12 = 30
·    4 Saudara seibu             : 1/3                 12 : 6  =    2 x 120 /12 = 20
·    Paman sekandung         : Ashabah                         7 x 120 /12 = 70 
4. Seorang meninggalkan harta sebanyak 84 ha dan pewaris terdiri dari:
Asal masalah 6
·                     Suami                    : 1/2     6: 2 = 3 x 84 ha/6 =   42 ha
·                     5 Sdri. Seibu         : 1/3     6: 3 = 2 x 84 ha/6 =   28  ha
·                     Nenek shahih        : 1/6     6 :6 = 1 x 84 ha/6 =   14 ha
·                     Paman                   : Ashabah .
5. Seorang  meninggalkan sejumlah 42 ha dan pewaris terdiri dari:
Asal masalah :  12
·   Istri                                 : 1/4     12 : 4  = 3 x 42 ha/12 =  10,5 ha
·   Nenek Sahih                   : 1/6     12 : 6  = 2 x 42 ha/12 =    7
·   7 Sdra/i seibu                : 1/6     12 : 6  = 2 x 42 ha/12 =    7
·      Saudara sekandung     : ashabah           5 x 42 ha /12 = 17, 5
2.   Contoh mendapat 1/6 (seper enam) harta:
1. Seorang  meninggalkan harta sejumlah  50 ha  pewaris terdiri dari:
Asal masalah :  12
·         Suami                 : 1/4    12 : 4  = 3 x 50/12 =  12, 5 ha
·         Cucu perempuan : 1/2    12 : 2  = 6 x 50/12 =   25
·         1  Sdra  seibu     : 1/6    12 : 6  = 2 x 50/12 =   8,33
·         Paman                : Ash.                1 x 50/12  =   4,16
2.   Seorang  meninggalkan harta Rp. 24.000 dan pewaris terdiri dari:
Asal  masalah 24
·         Istri                              : 1/8     24 :   8 =   3 x 24.000/24 =    3.000
·         Ibu                               : 1/6     24 :   6 =   4 x 24.000/24 =    4.000
·         1 Saudari seibu            : 1/6     24 :   6 =   4 x 24.000/24  =   6.000
·         Cucu laki                     : Ash.                  13 x 24.000/24 =  13.000  
3. Seorang  meninggalkan sejumlah Rp. 130.000 dan pewaris terdiri dari:
Asal  masalah 12 aul ke 13
·         Suami                       : 1/4   12 : 4 =   3 x 130.000/13 =   30.000
·         Ibu                            : 1/6   12 : 6 =   2 x 130.000/13 =   20.000
·         Anak perempuan      : 1/2   12 : 2 =   6 x 130.000/13 =   60.000
·         1 Saudara seibu.       : 1/6   12 : 6 =   2 x 130.000/13 =   20.000
4  Seorang meninggalkan harta warisan berupa uang sejumlah Rp. 130 ha - dan pewaris haanya terdiri dari:
Asal masalah 12  aul ke 13
·         Suami              : 1/4                 12:  4 =  3 x 130 ha/13 = 30 ha
·         2 anak perem   : 2/3                 12 : 3 =  8 x 130 ha/13 = 80 ha
·         Saudari seibu   : 1/6                12 : 6 =  2 x 130 ha/13 = 10 ha
5. Seorang meninggalkan harta peninggalan berupa uang sejumlah Rp.240.000,- dan pewaris terdiri dari:
Asal masalah 24
·         Istri                  : 1/8     24 :  8   =     3 x 240.000/24 =   30.000
·         4 cucu prmp.   : 2/3    24 :  3   =   16 x 240.000/24 = 160.000
·         1 Sdri. seibu.   : 1/6     24 :  6   =     4 x 240.000/24 =   40.000
·         Paman             : Ash                        1 x 240.000/24 =   10.000
3.  Contoh terhijabnya saudara/i seibu oleh salah para  penghijab:bapak, kakek (shahihi), anak laki,  atau anak perempuan.
1.Seorang meninggalkan harta sejumlah Rp. 120.000,- dan pewaris:
Asal masalah 12
Suami                       : 1/4     12 : 4 = 3 x 120.000/12 =  Rp.30.000
Ibu                            : 1/6     12 : 6 = 2 x 120.000/12 =  Rp.20.000 
Anak laki                  : Ash.binafsih.  7 x 120.000/12 =  Rp.70.000
2 sdari. Seibu           : Gugur oleh anak laki.                       
2. Seorang meninggalkan harta sejumlah Rp. 130.000,- dan pewaris:
Asal masalah 12
·         Suami                 : 1/4     12 : 4  =  3 x 120.000/12 =  Rp.30.000
·         1 Anaka prmp    : 1/2     12 : 2  =  6 x 120.000/12 =  Rp 60.000
·         Paman                : Asha  12 :         3 x 120.000/12 =  Rp.30.000
·         Sdri. sebapak.     : gugur oleh anak perempuan
3. Seorang meninggalkan harta sejumlah Rp. 130.000,- dan pewaris:
Asal masalah 12 aul ke 13
·         Suami                             : 1/4     12 :      4 = 3 x 130.000/13 = 30.000
·         Dua anak perempuan   : 2/3       12 :      3 = 8 x 130.000/13 = 80.000
·         Bapak                          : 1/6 + Ash.12:  6 = 2 x 130.000/13 = 20.000
·         4 Sdra. Sebpk.             : gugur oleh bapak
·         3 Sdra. Seibu.              : gugur oleh bapak
4. Seorang meninggalkan harta sejumlah Rp. 120.000,- dan pewaris:
Asal masalah 12
·         Suami                          : 1/4        12 : 4 = 3 x 120.000/12 = 30.000
·         5  anak perempuan       : 2/3       12 : 3 = 8 x 120.000/12 = 80.000
·         kakek saheh                 : Ash.               = 1 x 120.000/12 = 10.000
·         2 Sdri. seibu.               : gugur oleh kakek

D. Musyarakah Saudara/i  Seibu dengan Saudara Sekandung 
Musyarakah adalah bergabungnya pendapat saudara atau saudari seibu dengan saudara sekandung. Musyarakat tidak akan terjadi kecuali dengan adanya ahli waris berikut ini:
a.       Suami  yang mendapat 1/2
b.      Ibu atau nenek  atau nenek ibunya ibu yang pendapata mereka 1/6
c.       Beberapa saudara/saudari seibu yang mendapat 1/3
d.      Saudara atau saudara dan saudari yang mendapat “ashabah” dan ashabah itu habis, apabila masih ada sisanya maka tidak terjadi musyarakah.
Itulah persyaratan adanya musyarakah, selain itu tidak terjadi musyarakah, misalnya saudara seibu dengan saudara seayah atau atau seorang saudari sekandung. Contoh penyelesaian musyarakah dan sebabnya:
1. Seorang meninggalkan harta sejumlah 60 ha dan pewaris:
Asal masalah 6
·         Suami                                   : 1/2     6 : 2 = 3 x 60 ha/6 = 30 ha
·         Ibu                            : 1/6     6 : 6 = 1 x 60 ha/6 = 10 ha
·         2 sdri. seibu.            : 1/3     6 : 3 = 2 x 60 ha7  = 20 ha
·         2 Saudara sekandung           : Ashabah   (habis)     
Melihat pendapatan saudara kandung dengan jalan ashabah yang tidak tersisa, karena sudah diambil oleh para waris lainnya, maka timbul ketidakrelaan saudara kandung terhadap saudari seibu yang lebih jauh nasabnya dengan orang yang mati, sehingga dicari jalan keluar, dengan cara mengambungkan pendapat saudara sekandung dengan cara bersama-sama dalam pendapatan saudari/a seibu, yaitu 1/3. Dari itu, mereka (saudara sekandung dengan saudari/a seibu) bermusyarakah dalam 1/3 itu. Gambaran penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
·         Suami                                                   : 1/2  6 : 2 = 3 x 60 ha/6 = 30 ha
·         Ibu                                             : 1/6 6 : 6 = 1 x 60 ha/6 = 10 ha
·         2 sdri. Seibu & 2 Saudara seknd : 1/3 6 : 3 = 2 x 60 ha/6  = 20 ha/4 = 5 ha
Jadi, masing sdri seibu dan sdr sknd mendapat 5 ha
2. Seorang meninggalkan harta sejumlah 60 ha dan pewaris:
Asal masalah 6
·         Suami                                               : 1/2     6 : 2 = 3 x 60 ha/6 = 30 ha
·         Nenek                                               : 1/6     6 : 6 = 1 x 60 ha/6 = 10 ha
·         4 sdri. Seibu & 1 sdra knd. : 1/3     6 : 3 = 2 x 60 ha/6  = 20 ha/5 = 4 ha
3. Seorang meninggalkan harta sejumlah 180 ha dan pewaris:
Asal masalah 6
·         Suami                                                   : 1/2     6 : 2 = 3 x 180 ha/6 = 90  ha
·         Nenek                                                   : 1/6     6 : 6 = 1 x 180 ha/6 = 30  ha
·         2 sdri. Seibu & 1 sdra          sekandung : 1/3  6 : 3 = 2 x 180 ha/6  = 60 ha/3 = 20
Jadi, 20 x 2 = 40 untuk  2 sdri seibu dan  20 x 1 = 20 untuk sdra sekandung.
4. Seorang meninggalkan harta sejumlah 180 ha dan pewaris adalah:
Asal masalah 6
·         Suami                                                         : 1/2  6 : 2 = 3 x 180 ha/6 = 90  ha
·         Nenek                                                         : 1/6  6 : 6 = 1 x 180 ha/6 = 30  ha
·                                                                                                                           2 sdri. Seibu & 2 sdra & 1 sdri sknd: 1/3 6: 3 = 2 x 180 ha/6 = 60 ha/5 = 12. Jadi, 12 x 2 = 24 untuk 2 sdri seibu dan  12 x 3 = 36 untuk 3 sdra/i sekandung


[1]Memberi mudharat kepada waris itu ialah tindakan-tindakan seperti: a. Mewasiatkan lebih dari sepertiga harta pusaka. b. Berwasiat dengan maksud mengurangi harta warisan. Sekalipun kurang dari sepertiga bila ada niat mengurangi hak waris, juga tidak diperbolehkan.
[2]Fathurrahman, Ilmu Waris…, hlm. 201

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar